Breaking News

BNN Jabar Lawan Narkoba Lewat Kawih Sinom, 182 Peserta Berebut Tiket Final

Foto: Dok. (Dede Kuningan Post) Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si. mengatakan, pasanggiri tersebut dirancang agar tidak berhenti sebagai kompetisi seremonial semata

KUNINGAN POST | BANDUNG - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) menempuh pendekatan kebudayaan untuk pencegahan narkoba. Melalui Pasanggiri Agung Kawih Sinom bertema “Narkoba Musuh Bangsa”, BNN Jabar mengajak generasi muda menyuarakan kampanye antinarkoba lewat seni Sunda.

Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si. mengatakan, pasanggiri tersebut dirancang agar tidak berhenti sebagai kompetisi seremonial semata.

" Pesan yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat terus dibawa peserta ke lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat," terang Sulistyo, Jumat (4/9/2026) pada kegiatan Pasanggiri Agung Kawih Sinom.

Kegiatan ini mengangkat karya cipta milik Sulistyo sendiri. Pendaftaran dan pengiriman karya dilakukan secara daring pada 10–31 Agustus 2026.

Minat peserta terbilang tinggi. Hingga seleksi pada 2 September 2026, tercatat 182 peserta mendaftar dari dua kategori, yakni pelajar dan umum. Hasil seleksi menyisakan 16 finalis, dengan komposisi delapan peserta pelajar dan delapan peserta umum. Babak puncak dijadwalkan pada 14 September 2026.

Menurut Sulistyo, seni menjadi media yang efektif untuk edukasi. Kawih Sinom dinilai mampu menjadi ruang ekspresi positif yang membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkotika.

" Kawih Sinom diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Pesan yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat terus dibawa peserta ke lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat," katanya.

Saat ini, BNNP Jabar tengah memproses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas karya yang dilombakan. Karya tersebut juga akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dikaji kemungkinan pengembangannya sebagai materi edukasi dan muatan lokal di sekolah.

Upaya tersebut menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak melulu melalui penindakan, melainkan juga dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kekuatan budaya lokal sebagai benteng pencegahan.

Dede

0 Komentar

© Copyright 2022 - KUNINGANPOST.COM | SEMUA UNTUK INDONESIA