Breaking News

Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Gunung Gede Pangrango (AMGP) Kepung Kantor Camat Pacet

Foto: Dok. KP. Situasi Kantor Kecamatan saat di geruduk Massa AMGP

KUNINGAN POST | PACET - Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Gunung Gede Pangrango (AMGP) kepung Kantor Kecamatan Pacet, massa AMGP datang sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan menggunakan kendaraan sepeda motor secara konvoi sambil membawa sepanduk penolakan pembangunan geotermal.

Pemicu aksi geruduk Kantor Kecamatan oleh Massa AMGP bermula dari surat undangan yang dilayangkan oleh pihak Kecamatan Pacet bersama PT. Daya Mas Geopatra kepada 20 orang warga Sukatani yang di klaim sebagai perwakilan dari masyarakat. Rabu, (6/9/2023).

Hal itu diungkapkan oleh (Aher) Koordinator aksi geruduk Kantor Kecamatan Pacet, saat di wawancarai awak media, pihak AMGP Mengklaim dari sekian ribu masyarakat yang terdampak tidak terwakili oleh 20 orang yang di undang tersebut.

" Teman- teman media tolong dicatat, hari ini bukan aksi demo, melainkan orang Sukatani ingin menunjukan rasa kekecewaan nya, karena kemarin ada surat dari pihak pemerintah pacet mengundang warga masyarakat 20 orang desa sukatani, padahal kalau berbicara tentang dampak, tidak pernah mewakilkan terhadap 20 orang itu," tegas Aher.

Lanjut Aher; " Ataukah kami dari AMGP warga masyarakat dari sekian ribu orang itu terwakili oleh 20 orang tersebut, kami tidak pernah mewakilkan," tandas Aher.

" Kenapa pihak kecamatan hanya mengundang 20 orang, apa alasan nya tadi, katanya hanya sebagai perwakilan, padahal kami orang Sukatani tidak pernah mewakilkan terhadap 20 orang itu, maka nya hari ini kita datang itu ingin mendengarkan sosialisasi, dan ketika kita berbicara tentang sosialisasi, itu bahasanya sudah tidak lagi berbicara tentang sosialisasi," ungkap Aher.

Kembali Aher melanjutkan penegasan nya; " Kalau berbicara sosialisasi ini kan harusnya ada titik akhir, dalam kontek menentukan, parameter untuk itu mereka menjelaskan dampak positif geotermal, harusnya kami juga diberi kesempatan untuk menjelaskan dampak negatifnya, lalu siapa yang menjadi hakim disitu, bahwa geotermal itu bagus atau jelek, banyak maslahatnya atau madorotnya, kan seharusnya begitu," papar nya.

" Tolong digaris bawahi, ini bukan demo kita langsung datang ingin mendengar sosialisasi," jelas Aher.

Selanjutnya media mempertanyakan dari 20 orang yang di undang itu, apakah mereka warga Sukatani atau dari desa lain, kembali Aher mengungkapkan:

" Nah itu kebetulan yang 20 orang itu di mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, jadi apakah itu tergabung di AMGP, kurang lebih 80% tergabung di AMGP, karena AMGP itu bukan perkumpulan masyarakat gunung putri, melainkan aliansi masyarakat gunung gede pangrango," ujarnya.

" AMGP hari ini meliputi 52 Desa, meliputi tiga kecamatan, nah ini baru AMGP, jangan salah juga AMGP itu bukan aliansi masyarakat gunung putri, yang benar AMGP itu Aliansi Masyarakat Gunung Gede Pangango, yang dipersatukan oleh alam dan menjaga alam kita, untuk menolak tentang geotermal," jelas Aher.

Hasil diskusi tadi saya nyatakan deadlock, soalnya mereka tidak bisa menjawab apa yang menjadi pertanyaan kita, ngak ada kesepahaman, dan seharusnya siapa yang bisa menentukan ini sefaham, tadi mereka bilang ini dari kementerian, nanti kita akan datang ke kementerian, kita akan berbicara tentang sistem karena mereka tadi berbicara tentang sistem, tambah Aher.

" Saya juga tadi kaget, tadi ngomong dengan Camat kenapa sosialisasi nya tidak di sukatani, karena ini camat yang ngundang kan, karena Pa Camat yang tanda tangan, akhirnya 20 orang Sukatani itu dibawa ke Desa Cipendawa, tapi kalau alasan tidak memiliki aula oh..itu tak apa, tapi posisi nya berbicara tentang Sukatani, kenapa 20 orang warga Sukatani dibawa ke cipendawa, lha kenapa tidak di Sukatani, jika begini wajar bila kita punya dugaan jelek," Cecar Aher.
" Orang Desa Sukatani tidak anti sosialisasi tapi hasil nya deadlock semua, mereka tidak pernah mau menjawab apa yang menjadi ke khawatiran dan pertanyaan kami," kata Aher.

" Mereka mau debat data ayo, berbicara Saint ilmu pengetahuan ayo berdebat dengan kita, meskipun kami tidak memiliki keilmuan tentang geotermal," tantang Aher.

Kembali media mempertanyakan, yang mengundang 20 orang itu Pemerintah Kecamatan atau pihak PT. Daya Mas Geopatra, kembali Aher melanjutkan penjelasan nya:

" Ya orang pemerintah lah, orang ditulis nya juga pa doni, saya juga kaget, ini gimana, jadi silahkan temen-temen yang menilai, ini yang menginisiasi siapa, wallahualam, tapi saya percaya bahwa Pemerintah Kecamatan Pacet bersama Forkopimcam nya ingin mendamaikan warga masyarakat, tapi tolong ngak gini juga caranya, karena orang gunung putri  orang Sukatani yang datang kesini itu, karena merasa tidak pernah mewakilkan kepada 20 orang itu," tegasnya.

" Bencana tidak berbicara tentang perwakilan !!." Pungkas Aher di jawab serempak Allahuakbar oleh rekan- rekan nya.

Sementara itu, masih dilokasi dan tempat yang sama, aula Desa Cipendawa, Public Relation PT. Daya Mas Geopatra (Adi Prasetyo) menuturkan:

" Seperti tadi ada beberapa yang sudah disampaikan seperti keluhan air, sebetulnya itu bisa dijelaskan, ada aturan dan regulasinya, sebaiknya sih kami mau bilang tak perlu lagi ada dialog, tapi bisa saling memberi dan menerima, kalau masih gagasan kami selalu terbuka," ujarnya.

Saat ditanya Media, apakah pihak perusahaan pernah berdialog langsung dengan pihak AMGP dengan ditengahi Pemerintah, kembali Adi Prasetyo melanjutkan penuturan nya:

" Kami pernah mengundang tapi mungkin ada halangan belum hadir, ini salah satunya yang di pasilitasi oleh Pemerintah," tuturnya.

Kemudian saat ditanya Media, siapa yang mengundang 20 orang ini, Adi Prasetyo kembali melanjutkan tuturan nya:

" Ehh..sama-sama Pak," jawabnya singkat.

" Selanjutnya Kami akan terus mencoba mensosialisasikan, prinsifnya kami akan melakukan sosialisasi kepada siapa saja, kepada semuanya, kalau misalkan 20 orang atau nanti kapan ada 8 orang, itu tak apa, sosialisasi itu tidak boleh berhenti harus terus meneruslah," papar Adi Prasetyo.

" Harus digaris bawahi ya, prinsifnya kami sangat terbuka dan akan terus menerus melakukan sosialisasi supaya masyarakat bisa memahami apa itu geotermal." Imbuhnya.

(Ark/Indrayama)

0 Komentar

© Copyright 2022 - KUNINGANPOST.COM | SEMUA UNTUK INDONESIA